Menyadari ada yang sakit adalah perjalanan menuju penyembuhan. Kita tidak perlu terburu-buru membukakan pintu sebelum kita selesai dengan diri sendiri “Kamu sadar nggak, orang yang datang dan pergi dari hidup kamu itu polanya sama.” Untuk kali pertamanya, ucapan dia membuat aku terdiam. Biasanya aku bisa merespon dengan cepat, kali ini berulang kali mencari jawaban yang pas, ternyata tetap tidak ada yang bisa kusuguhkan...
Menerima dengan Utuh
21.13 / BY Anik's Blog
"Semakin ke sini aku semakin paham, semua proses dalam hidup kita adalah perjalanan untuk mengenal Allah dan menemukan diri kita. Rasanya memang benar, kita tidak perlu membanding-bandingkan hidup dengan orang lain karena setiap dari kita sedang berjuang di garis masing-masing." Selepas Sholat Maghrib, aku dan ibu duduk bersebelahan menikmati dzikir masing-masing. Ekor mataku sesekali menangkap gerakan ibu yang berulang kali mengusap air mata....
Hidup Seperti Nenek Moyang
19.49 / BY Anik's Blog
Sejak tahun 2019 aku mengenal Zero Waste melalui Instagram. Aku lupa bagaimana awalnya hatiku bisa tersentuh untuk beralih hidup dengan minim sampah. Meski dulu dari sekolah dasar aku mendapat materi tentang reuse, recycle, atau reduce, pada akhirnya materi itu hanya berakhir di bangku sekolah. Karena tidak ada percontohan dalam kehidupan sehari-hari. Baru di tahun 2019 itu aku menyadari ini ternyata yang dimaksud materi...
Mungkin ada dua tahun terhitung aku tidak menulis dan mengunjungi blog ini. Lagi-lagi kesepian yang membuatku kembali lagi ke sini. Sebelum menulis postingan ini, aku melihat sejenak beberapa tulisan teman lama. Dulu ada beberapa yang suka menulis kejombloannya di blog, lalu sekarang ternyata sudah menikah aja. Ternyata waktu berjalan sangat cepat. Berulang kali refleks bilang ke diri sendiri, aku masih gini-gini aja. Segera...
Ada yang Hilang, tapi Bukan Sinyal
19.45 / BY Anik's Blog
Hasil event antologiCover antologi cerpen *) Cerpen ini pernah diikutkan di Event Antologi Cerpen di Pusaka Media. Buku ini antologi pertama dengan teman-teman sekerjaan di Yayasan Bina InsaniAku duduk dengan gusar di lantai kamar. Memandangi monitor laptop yang sedari tadi menyala, tapi pikiranku bergerilya kemana-mana. Kamar berantakan dengan tumpukan buku paket, laptop, dan berbagai macam kabel yang kugunakan pembelajaran online sejam yang lalu....
Melepas Juli, Memeluk Agustus
18.54 / BY Anik's Blog
Berat untuk diakui bahwa ini tulisan pertama di tahun 2021 yang benar-benar sengaja ditulis untuk blog ini. Berlalu sudah separuh jalan tahun ini terlalui, blog ini baru tersentuh. Jahat betul rasanya aku ini, membiarkan tempat pulang bersarang tak terurus. But, aku lagi kangen. Kangen dengan diriku sendiri yang melipir ke kamar untuk selftalk. Kemarin-kemarin rasanya pikiran terlalu riuh sampai aku lupa bertanya dengan...
[Cerpen] Rindu Tanpa Penawar
18.03 / BY Anik's Blog
Sertifikat Event di Komunitas HOW*) Cerpen ini pernah diikutkan event di komunitas HOWTumpukan pakaian berantakan di sana sini, setiap sudut kamar yang tidak terlalu luas ini dipenuhi barang pribadiku yang seharusnya sudah kumasukkan ke koper sejam yang lalu. Perasaanku tak kalah berantakan. Ada rasa berat yang menggelayuti hati dan pedih yang kutahan. Bumi berotasi begitu cepat, membuat setahun keberadaanku di Pulau Bawean...
Sehabis Isya' tadi jalan-jalan sebentar ke instagram. Melihat ada seorang teman yang membagikan postingan tentang acara di TV One yang sedang mewawancarai seorang suami yang menuntut pihak rumah sakit karena istrinya dimandikan oleh petugas pria. Parahnya, mereka juga memfoto jenazah yang telanjang tersebut, dengan alasan untuk dokumentasi. Dalam aturan Islam, menjaga aurat seorang mayat adalah sebuah keharusan. Bagaimana pun mayat harus tetap dimuliakan. Melihat...
Seandainya aku bisa meminum kopi, apakah aku akan menjadi anak indie yang akan menyelipkan kopi pada beberapa tulisanku? Pertanyaan yang tidak terlalu penting itu sempat mampir di kepalaku. Aku suka senja yang menenangkan, tapi nyatanya juga tidak aku curi keindahannya untuk diabadikan pada puisi-puisiku. Beberapa teman suka mengunggah fotonya bersama secangkir kopi dengan menandai sebuah kedai kopi. Apakah aku juga perlu mengunggah es...