Rabu, 16 Agustus 2017

Aku dan Kehampaan

20.43 2 Comments
Enam bulan terakhir, banyak yang berubah dalam hidupku. Aku tak lagi mempunyai banyak teman seperti dulu. Aku tak lagi mempunyai banyak waktu untuk keluar berfoya-foya ke sebuah tempat makan seperti dulu. Dan aku tak lagi dekat dengan gadis-gadis yang lebih suka membicarakan diskon sepatu atau baju. Aku sempat merasa resah dengan duniaku sekarang. Banyak kecemasan yang kurasakan. Aku merasa jauh dari pergaulan dan terasingkan.

Saat banyak teman mengunggah foto ngopi di suatu café atau jalan-jalan ke mall, jujur ada perasaan aneh dalam diriku. Aku merasa, kenapa aku tidak lagi bisa berteman dengan mereka. Kenapa hatiku tidak lagi bisa menyatu dengan mereka. entah, kurasa memang beginilah Allah mengatur segala hal yang detail dalam hidupku, termasuk dengan pergaulan. Aku merasa apa mungkin ini rencana Allah untuk mengubah lingkunganku agar mempermudah diriku untuk hijrah.

Aku merasakan banyak keganjalan. Dimana teman yang dulu sangat dekat, bahkan seharian bisa bersamaku. Kemana-mana memanggil namaku minta ditemani. Apa-apa dia ingin bersamaku. Hanya masalah sepele saja. Sungguh, masalahnya sangat sepele. Jika kuceritakan pasti kamu akan tertawa geli mendengarnya. Tapi Allah yang lebih pandai menguasai hati manusia. Masalah sepele itu bisa mengubah seratus delapan puluh derajat dalam hidupku.

Senin, 14 Agustus 2017

Skripsweet!

19.42 1 Comments

Sabtu kemarin tanggal 12 Agustus aku dan teman se-angkatan dan se-fakultas melaksanakan pembekalan KKMT (Kuliah Kerja Mengajar Tembimbing). Di universitasku kegiatan KKN dan PPL digabung menjadi satu. Sehinggga waktunya juga lebih lama yaitu selama 2,5 bulan dengan program kerja yang tidak sedikit. Seperti mengulang waktu tiga tahun lalu saat ospek. Dimana tempat dan baju bahkan waktu kegiatan ospek dan pembekalan tahun ini nyaris sama. Berpakaian putih hitam dan di gedung kebanggaan kampus.

Itulah mengapa aku dan teman-teman sejurusan menyempatkan untuk berfoto bersama meski personil tidak lengkap. Karena sepertinya inilah momen terakhir kita bisa bertemu beramai-ramai. Setelah ini, kita akan sibuk dengan kegiatan di sekolah KKMT masing-masing. Tidak ada lagi temu atau canda di bangku kuliah. Lalu kita juga akan repot dengan urusan skripsi sendiri-sendiri sampai akhirnya wisuda pun tidak mungkin bisa berkumpul lagi bersama-sama, mungkin hanya segelintir orang.

Jumat, 11 Agustus 2017

(CERBUNG) Cinta Sepasang Blogger 2

12.52 5 Comments
Dissolve.com


Seminggu Kemudian . . . .

Ada ruang hampa pada hatinya. Ruang yang tak lagi berisi kabar, cerita, bahkan gurauan dari seseorang yang diam-diam telah mengambil hatinya. Selama ini Yoga telah melakukan praktik pencurian hati tanpa pernah disadarinya. Dan sekarang, kehilangan Yoga seperti kehilangan separuh dari semangat hidupnya. Semangat dari goresan kata-katanya.

Tapi sangat disayangkan jika Mela berhenti ngeblog hanya karena seseorang yang baru dikenalnya. Bertahun-tahun dia jatuh bangun mengumpulkan semangat untuk menulis, apa harus dia berhenti begitu saja. Bagaimana pun, dia juga rindu pada rumah mayanya. Dia rindu menulis apa saja.

“Mel, ada paket bunga di depan.” Suara Ninda kakaknya membuyarkan lamunan. Paket bunga, benda yang menurutnya asing. Sejak kapan ada seseorang yang mengirimkan bunga kepadanya. Dia yakin pasti itu salah kirim.

Dia lihat namanya tertera jelas di kertas putih berpita yang mengikat bunga edelweis. Tubuhnya mematung tak tahu apa yang harus dia katakan dan lakukan.

“Tadi siapa yang ngantar, Kak?” Untuk ke sekian menit setelah otaknya bisa mencerna dengan baik keadaan yang sedang terjadi, dia berhasil menanyakan itu kepada kakaknya.

“Bapak dari jasa pengiriman paketan.”

“Ada resi pengirimannya?”

“Resinya aku taruh di meja depan TV.”

(CERBUNG) Cinta Sepasang Blogger

12.43 1 Comments

Mulpix.com
Mela tidak menyangka, komentar tak sengajanya di blog seseorang membuat hubungannya semakin dekat. Dia sendiri juga lupa darimana mendapat alamat blog Yoga yang kini meramaikan notifikasi e-mail dan hangout miliknya.

“Cerpenmu hari ini keren.” Tulis Yoga pada chat hangout.

Sejenak ada garis senyum pada bibir Mela lalu membalas pesan itu melalui ponselnya. “Catatan perjalananmu hari ini juga keren,” jawab Mela.

“Oh, ternyata kamu sudah membaca.” Ada tawa yang Mela tahan.

Bagaimana tidak tahu postingan Yoga kalau Mela selalu rajin membuka daftar bacaan di blog atau melihat beranda google plus. Bukankah mereka saling mem-follow. Tentu ini bukan sesuatu yang mengherankan jika Mela selalu update dengan tulisan Yoga.

Lalu obrolan mengalir begitu saja membicarakan tentang keseharian masing-masing. Yoga bercerita tentang kuliahnya di Institut Kesenian di ibukota. Dia yang selama ini selalu aktif mengikuti pendakian di UKM pencinta alamnya. Dan Mela yang memilih UKM jurnalistik di sebuah kampus negeri di Yogyakarta. Mereka tidak pernah bertukar kontak BBM, Whatsapp, atau media sosial lainnya. Hanya dengan blog dan e-mail mereka saling berkirim kabar dan cerita.

Kamis, 10 Agustus 2017

Andaikan Media Sosial Tanpa Status

20.07 6 Comments


Apa jadinya jika media sosial tanpa status?

Pasti membosankan dan tidak ada variasi. Itulah alasannya mengapa setiap aplikasi selalu memberi terobosan baru pada fiturnya.  Jan Koum dan Brian Acton yang mendirikan whatsapp berinisiatif menambah fitur status pada aplikasinya agar semakin banyak orang yang tidak jemu lalu meninggalkan aplikasi buatannya.

Tapi beda denganku yang malah menyesal kenapa di whatsapp ada fitur status. Padahal dulu aku rela uninstal BBM dan beralih ke WA  karena di WA hanya ada fitur chat dan panggilan. Itu pun dulu hanya tersedia panggilan suara.

Terdengar aneh memang. Harus kuakui, aku adalah orang yang type bapernya akut. Kronis malah, sudah stadium empat. Tahu sendiri kan, di BBM setiap pagi sampai malam, bahkan 24 jam sudah seperti warung makan yang menyediakan foto makanan lauk apa saja. Seperti majalah yang menyediakan foto cewek dan cowok dengan gaya yang berbagai rupa. Serta menyediakan foto yang banyak sekali tidak jelas. Dan harus kuakui juga, aku pernah masuk dalam kategori itu. Dikit-dikit upload, dikit-dikit buat status. Kalau sedikit saja ada sesuatu yang terjadi, seakan dunia harus tahu dengan mempostingnya di status.

Rabu, 09 Agustus 2017

Hanya Jembatan

19.28 4 Comments



Tadi pagi saat masih pagi sekali. Embun pun belum kering membasahi daun. Aku melihat ponsel yang tergetak lemas di meja. Kemarin malam sengaja aku matikan sambungan internetnya. Sekali aku nyalakan, banyak pesan whatsapp masuk, apalagi dari grup. Dari sekian pesan yang masuk, ada satu pengirim yang tidak kukenal memancing perhatian. Orang yang baru kuketahui bernama Mbak Hanna tersebut mengirim pesan seperti ini, “Halo mba anik assalaamualaikum. Mbaa makasih yaaa surat cinta utk calon anaknya...really inspiring..aku suka banget baca nya masyaALLAH. Barakallah mbaa.”

Dalam keadaan masih kacau dan berantakan karena baru bangun tidur, aku tertegun begitu lama membaca pesan tersebut. Aku balas sekenanya karena nyawa juga belum merasuk sempurna. Lalu kutanya dia siapa. Lama sekali berjam-jam aku tidak mendapatkan balasan.

Aku penasaran dengan surat terbuka keduaku yang beliau maksud  itu yang kini dimuat di inspirasi.co. Aku membukanya ingin tahu bagaimana kabar tulisanku di sana. Adakah komen yang mampir atau adakah yang melihatnya. Setelah kubuka, aku kaget kageet sekali. Pembaca tulisan tersebut sudah mencapai 1,2k, barusan sehabis Maghrib aku lihat sudah 1,6k. Maaf masih newbie, lihat angka segitu sudah heran. Wkwkw Kemarin malam aku sempat kagum dengan penulis surat terbuka untuk penanam ganja yang sudah mencapai 6,6k. Dan kemarin pun kulihat viewer tulisanku masih 600-an.

Selasa, 08 Agustus 2017

Memilih Pilihan

22.09 2 Comments



Ada seorang teman yang bilang, “Kita itu harus keras dengan diri sendiri, tapi harus lembut dengan orang lain.”

Karena musuh terbesar di kehidupan ini adalah diri kita sendiri. Ada hal yang tidak sama sekali kita inginkan, tapi demi kebaikan kita diharuskan untuk melakukannya. Begitu juga sebaliknya. Sulit memang, tapi yaitulah pentingnya untuk memilih atau mengambil keputusan. Kita dilarang memanjakan diri sendiri. Bukan dilarang, lebih tepatnya tidak sering memanjakan diri sendiri. Sekali dua kali diri dan hati kita menuntut akan haknya, tapi di sisi lain ada suatu hal yang kita harus keras dan menolak bahkan menjauh pada suatu hal yang kita inginkan.

Perempuan itu diciptakan oleh Allah dengan sisi kelembutannya. Sifat kalem dan rasa belas kasih yang besar bersemayam pada dirinya. Tapi hidup ini terlalu keras sehingga tidak semua hal harus dihadapi dengan lembut. Ada beberapa kondisi dimana perempuan mau tidak mau harus bersikap keras terlebih pada dirinya sendiri.

Follow Us @soratemplates