Ini adalah pengalaman yang menurutku sangat konyol,
atau mungkin cuma aku yang baru mengalaminya. Di antara kalian adakah yang
ternyata mengalami hal seperti aku?
Jadi ceritanya, aku excited untuk nonton film Iqro ini setelah tahu trailernya di
youtube. Aku memang pendukung film Islami. Sebagaimana pun itu filmnya, yang
kata orang kayaknya biasa deh, pemerannya kok itu, atau alasan lainnya, aku
nggak peduli. Selagi film itu dibuat oleh umat Islam dan bertujuan untuk
dakwah, aku akan mendukung. Nah, dengan menonton inilah sebagai upayaku untuk
mendukungnya. Sayangnya, aku tahu nggak semua orang sepemikiran denganku. Nggak
semua orang mendukung perfilman yang berunsur dakwah. Ketika aku menawari
beberapa teman untuk nonton, mereka bilang lebih suka nonton film luar negeri
di bioskop. Aku mengembuskan napas kasar. Oke, kuakui film luar negeri memang
keren, dari segi teknologi, alur, pemeran, dan lainnya. Aku juga sangat memilih
film dalam negeri yang akan kutonton. Kalau filmnya hanya untuk seru-seruan
tanpa ada unsur edukasi, hanya romance menye-menye,
aku nggak akan nonton. Tapi film Iqro ini film dakwah gaes, film saudara seiman
kita sendiri. Bagaimana pun cerita dan pengemasannya, pasti film itu
mengagungkan Allah. Ada nilai-nilai keagamaan yang bisa kita pelajari.




