facebook twitter instagram Tumblr

Anik's Blog




Ini adalah pengalaman yang menurutku sangat konyol, atau mungkin cuma aku yang baru mengalaminya. Di antara kalian adakah yang ternyata mengalami hal seperti aku?

Jadi ceritanya, aku excited untuk nonton film Iqro ini setelah tahu trailernya di youtube. Aku memang pendukung film Islami. Sebagaimana pun itu filmnya, yang kata orang kayaknya biasa deh, pemerannya kok itu, atau alasan lainnya, aku nggak peduli. Selagi film itu dibuat oleh umat Islam dan bertujuan untuk dakwah, aku akan mendukung. Nah, dengan menonton inilah sebagai upayaku untuk mendukungnya. Sayangnya, aku tahu nggak semua orang sepemikiran denganku. Nggak semua orang mendukung perfilman yang berunsur dakwah. Ketika aku menawari beberapa teman untuk nonton, mereka bilang lebih suka nonton film luar negeri di bioskop. Aku mengembuskan napas kasar. Oke, kuakui film luar negeri memang keren, dari segi teknologi, alur, pemeran, dan lainnya. Aku juga sangat memilih film dalam negeri yang akan kutonton. Kalau filmnya hanya untuk seru-seruan tanpa ada unsur edukasi, hanya romance menye-menye, aku nggak akan nonton. Tapi film Iqro ini film dakwah gaes, film saudara seiman kita sendiri. Bagaimana pun cerita dan pengemasannya, pasti film itu mengagungkan Allah. Ada nilai-nilai keagamaan yang bisa kita pelajari.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
@Anikcahyanik

Sebuah kebahagiaan seorang penulis adalah saat karyanya dibaca banyak orang. Bagi  penulis pemula seperti saya ini, impian karya bisa masuk penerbit mayor atau dimuat di media massa merupakan hal yang masih belum dekat. Karena saya tahu mengejar mimpi tidak se-instans itu. Tulisan saya masih berantakan dan idenya pun masih sederhana. Nama yang belum cukup dikenal orang juga membuat blog sepi pembaca. Mungkin ada yang ke sini karena sudah kenal atau saya pernah blogwalking ke sana. Tidak seperti penulis atau blogger keren lainnya, tulisannya selalu ditunggu-tunggu untuk diposting setiap hari.

Jadi sebenarnya, saya ini pengen jadi penulis atau blogger? Awalnya saya ingin menjadi penulis, dan media blog ini adalah yang mudah dan murah untuk menampung karya dan semua pikiran saya. Dari situlah akhirnya saya belajar keduanya. Ya belajar nulis, kadang belajar otak-atik blog untuk hal –hal sederhana saja.

Di sisi lain, kalau hanya mengandalkan blog saja, saya rasa pembaca tulisan saya belum begitu banyak. Karena itulah saya sering hunting web penerima naskah gratis yang artinya saya tidak dibayar saat naskah itu dimuat di webnya dan tetap mencantumkan nama saya. Mungkin kedengarannya rugi ya, kita nulis capek-capek tapi tidak dibayar. Orang-orang di luaran sana selalu bertanya kepada saya, “Tulisanmu dibayar berapa?” saya jawab dengan tetap percaya diri, “Ini masih web gratis.”
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

Dok. Pribadi
Sehingga siapa pun yang hendak menikah sudah selayaknya merenungkan nasihat sederhana ini: daripada kita habiskan waktu bertahun-tahun untuk saling mengenal, padahal itu tidak menjamin apa-apa kecuali peluang untuk melakukan dosa, lebih baik kita membangun kesiapan untuk menerima. (Hlm.45)

Sekilas dari judulnya hampir semua orang berpikiran buku ini menuliskan kisah seseorang yang sedang menunggu jodoh. Memang iya, pada halaman awal kita akan disuguhi dengan cerita pendek tentang proses taaruf antara Azhar Nurun Ala dan istrinya yang bernama Vidia Nuarista. Tentang sebuah pertemuan yang sudah lama terjadi, namun mereka lebih memilih mengenal lebih dekat dengan sebuah pernikahan.

Meskipun jodoh sudah berada di sisi, pertanyaan tentang kedatangan tetap datang bergantian. Bukan berarti pertanyaan tentang jodoh adalah satu-satunya yang membuat seseorang menjadi mati kutu. Tapi setelah itu, akan lebih banyak lagi pertanyaan yang mampir di telinga lalu membuat sesak ruang hati yang masih tersisa.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
*) 7 Hari Tantangan Menulis Basabasi Store (LINE @zog5070k)
**) Tantangan menulis di hari pertama tentang 3 film favorit 


Aku selalu percaya, setiap pertemuan pasti ada alasannya. Begitu juga semua hal yang kita sukai pasti ada alasan yang menyertai. Ada sebuah cerita yang membuat kita ingin mengenangnya melalui lagu, film, atau buku. Entah karena kisah di dalamnya, momen saat memutar lagu atau menonton film kali pertama, atau bahkan seseorang yang mengenalkannya.

Itulah alasannya, kenapa lagu, film, buku, dan hal lain yang kita sukai berbeda-beda dari masa ke masa. Karena perasaan manusia mudah berbolak-balik dan bosan. Bisa jadi, awal tahun lalu suka dengan film Hangout milik Raditya Dika, karena saat itu adalah momen berdua dengan seseorang di bioskop. Lalu berubah bulan ini Hangout masuk kategori film yang menyebalkan karena telah putus hubungan dengan orang tersebut. Setiap kali ingat film Hangout, jadi ingat dengan kenangan pahit. Kurang lebih seperti itu.

Akhir-akhir ini, aku suka dengan hal-hal yang berbau pendidikan. Sebenarnya dulu suka, tapi tidak terlalu excited seperti saat ini. Mungkin karena pada semester tua ini telah dekat waktu pendaftaran program mengajar yang ingin kuikuti. Sehingga berbagai hal yang menyangkut pendidikan aku masukkan list untuk dipelajari, termasuk film. Kita bisa belajar darimana saja, tidak melulu dari buku atau guru. Lingkungan, budaya orang-orang baru, film, dan karakter seseorang bisa mengajari suatu hal jika kita jeli untuk mengamatinya.
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Older Posts

About Me

Foto saya
Anik's Blog
Hi, ini tempat pulangnya Anik. Berisi hal-hal random yang rasanya perlu ditulis.
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Tumblr

Member Of

1minggu1cerita

Categories

  • Blogwalking
  • Calon Ibu
  • FIKSI
  • Flashback
  • Kerelawanan
  • Obrolan Cermin
  • Review Ala-Ala
  • Sudut Pandang Pernikahan

Postingan Populer

Blog Archive

  • Maret 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Juli 2023 (2)
  • Agustus 2021 (1)
  • Juli 2021 (2)
  • September 2020 (2)
  • Agustus 2020 (4)
  • Juli 2020 (3)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (17)
  • April 2020 (4)
  • September 2019 (1)
  • Agustus 2019 (3)
  • Juli 2019 (9)
  • Juni 2019 (4)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (7)
  • Februari 2019 (3)
  • Januari 2019 (3)
  • Oktober 2018 (6)
  • Maret 2018 (22)
  • Februari 2018 (14)
  • Agustus 2017 (7)
  • Juli 2017 (11)
  • Juni 2017 (11)
  • Mei 2017 (1)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (3)
  • Februari 2017 (4)
  • Januari 2017 (14)
  • Desember 2016 (12)
  • November 2016 (2)

Created with by ThemeXpose