Senin, 14 Agustus 2017

# ODOP

Skripsweet!


Sabtu kemarin tanggal 12 Agustus aku dan teman se-angkatan dan se-fakultas melaksanakan pembekalan KKMT (Kuliah Kerja Mengajar Tembimbing). Di universitasku kegiatan KKN dan PPL digabung menjadi satu. Sehinggga waktunya juga lebih lama yaitu selama 2,5 bulan dengan program kerja yang tidak sedikit. Seperti mengulang waktu tiga tahun lalu saat ospek. Dimana tempat dan baju bahkan waktu kegiatan ospek dan pembekalan tahun ini nyaris sama. Berpakaian putih hitam dan di gedung kebanggaan kampus.

Itulah mengapa aku dan teman-teman sejurusan menyempatkan untuk berfoto bersama meski personil tidak lengkap. Karena sepertinya inilah momen terakhir kita bisa bertemu beramai-ramai. Setelah ini, kita akan sibuk dengan kegiatan di sekolah KKMT masing-masing. Tidak ada lagi temu atau canda di bangku kuliah. Lalu kita juga akan repot dengan urusan skripsi sendiri-sendiri sampai akhirnya wisuda pun tidak mungkin bisa berkumpul lagi bersama-sama, mungkin hanya segelintir orang.


Aku nulis ini dengan sedikit baper. Aku tidak menyangka usiaku sudah semakin merangkak menuju dewasa. Aku tidak menyangka sudah mempunyai tiga angkatan adik tingkat yang menandakan aku sudah angkatan tertua. Padahal aku merasa ada banyak hal yang masih ingin kukerjakan dan ingin aku gali di kampus. Tapi waktu tetaplah waktu yang akan terus menjalankan tugasnya memutar roda kehidupan. Dan aku harus terus berjalan jika tidak ingin tergilas dengan putarannya.

Tiga tahun berjuang di kampus, dan kali ini perjuanganku tinggal sedikit lagi yaitu KKMT dan skripsi. Tapi rasanya masyaAllah, beratt sekali. Bukan karena apa atau siapa, tapi karena diriku sendiri.

Kalau kegiatan KKMT aku tidak menganggapnya berat. Karena di kegiatan ini aku memang sudah meniatkan diriku sebagai pengajar. Aku ingin totalitas dalam program kerja yang sudah kurencanakan. Dalam waktu 2,5 bulan itu aku ingin bersunggug-sungguh menggali ilmu tentang pendidikan yang masih banyak sekali belum aku ketahui. Aku tidak ingin lulus nanti hanya membawa selembar ijazah tanpa pengalaman berarti dan ilmu yang bermanfaat nantinya.

Dan skripsi. Kalau dipikir-pikir skripsi itu mudah. Mudaahhh banget. Kita observasi, mengolah data, lalu menjadikannya karya tulis. Bahkan, pihak kampus pun sudah menyediakan kita pembimbing untuk mempermudah pengerjaannya. Tapi yang membuat sulit itu diri kita sendiri. Diri yang tidak memiliki niat dan semangat yang kuat. Sebelum semester tua aku sudah bertekad untuk semangat mengerjakan skripsi. Aku akan bekerja keras agar bisa lulus maksimal 4 tahun. Tapi, setelah pengumuman judulku lolos, rasanya berat sekali untuk melangkahkan kaki ke kampus melaksanakan bimbingan dengan dosen pembimbing.

Kupikir-pikir jika ada orang yang sampai lulus lama sebenarnya buka salah dari dosen atau kampus. Tapi karena dirinya sendiri. Kakak tingkatku saja banyak yang bisa lulus cumlaude dalam waktu 3,5 tahun. Ada juga yang sampai saat ini belum lulus. Mereka sama-sama mahasiswa biasa, tapi mungkin niatlah yang membedakan mereka.

Mengerjakan skripsi itu tidak ada deadline-nya. Tapi diri kita sendiri yang men-deadline. Diri kita sendiri yang tegas untuk menetapkan masa jatuh tempo kelulusan kita. Aku membutuhkan sisi yang keras pada diriku. Agar aku tidak terlalu mudah mengatakan ‘iya’ pada hal-hal yang tidak penting. pada hal-hal yang bisa mengendurkan semangatku.

Aku menulis ini malam ini agar beberapa waktu ke depan saat aku malas, aku bisa membuka tulisan ini lagi. Agar aku bisa mengencangkan semangatku lagi. Dan aku ingat, bahwa lulus bukan hanya tentang selesainya perjuanganku di kampus, tapi juga tentang harapan-harapan orangtuaku yang dipikulkan padaku. Tentang doa dan keinginan mereka yang harus aku bantu mewujudkannya dengan seizin-Nya.

Dan yang paling penting, mengerjakan skripsi itu akan berat jika dijadikan beban. Tapi seharusnya dinikmati agar kita berproses menjadi yang lebih baik lagi. Skripsi itu proses panjang yang mengajarkan kita kesabaran, ketlatenan, ketekunan, dan kepercayaan kepada Allah.


1 komentar:

Follow Us @soratemplates